Industri ikan hias Indonesia kembali menunjukkan taringnya di pasar global. Salah satu pelaku Mandiri Akuakultur Indonesia (MAI) kini berhasil memperluas pemasaran ikan koki berkualitas ekspor ke sejumlah negara Asia, termasuk Vietnam, Filipina, dan Korea Selatan.
Dengan harga kompetitif mulai dari Rp250 ribu hingga jutaan rupiah per ekor, ikan koki produksi pelaku MAI ini menawarkan kualitas premium, warna cerah, dan bentuk tubuh yang jadi incaran para penghobi dan seller internasional.
Strategi pemasaran yang digunakan pun mengikuti tren global, yaitu digital marketing melalui Facebook Marketplace serta komunikasi langsung dengan buyer luar negeri. Cara ini terbukti efektif dalam menjangkau konsumen ekspor tanpa batasan lokasi.
“Permintaan terus meningkat, terutama dari Vietnam dan Korea. Kami optimis ikan koki Indonesia semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar dunia,” ujar pelaku MAI tersebut.
Upaya ini menjadi contoh konkret bahwa pelaku akuakultur lokal dapat menembus pasar ekspor dengan memanfaatkan teknologi dan menjaga standar mutu komoditas perikanan hias nasional.