Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) 2026 sukses digelar pada 20–21 Januari 2026 di Swiss-Belhotel Airport Jakarta. Mengusung tema “Strategi Akselerasi Penguatan Produksi dan Ekspor Produk Akuakultur Nasional”, Rakernas menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran MAI dalam menjawab tantangan sektor akuakultur nasional, mulai dari peningkatan produktivitas, daya saing global, hingga keberlanjutan sumber daya dan regenerasi sumber daya manusia (SDM).

Rakernas dihadiri pengurus MAI pusat dan daerah, akademisi, pelaku usaha, jurnalis, serta para pemangku kepentingan lintas sektor. Pendekatan pentahelix melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media menjadi fondasi utama dalam merumuskan arah program dan kebijakan MAI periode 2026–2030. Diskusi menekankan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan penguatan kapasitas SDM sebagai kunci peningkatan produksi dan ekspor akuakultur nasional.
Ketua Umum MAI, Rokhmin Dahuri, menegaskan perlunya transformasi akuakultur dari sekadar aktivitas produksi menjadi sistem yang berkelanjutan, bernilai tambah tinggi, dan berkeadilan bagi pembudidaya serta lingkungan. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal MAI, Romi Novriadi, menyampaikan komitmen MAI untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional, khususnya sektor akuakultur yang strategis bagi ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan devisa negara.
Tantangan utama akuakultur nasional saat ini dinilai terletak pada kualitas dan keberlanjutan SDM, bukan lagi pada teknologi. Rendahnya minat generasi muda menjadi perhatian serius, sehingga MAI membentuk Komisi Kepemudaan dan menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi yang menitikberatkan praktik lapangan, manajemen kualitas air berbasis data, kesehatan ikan, serta pencatatan produksi. Rakernas juga berfungsi sebagai forum strategis dan konsultatif untuk memberikan masukan langsung kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam perumusan kebijakan akuakultur.

Dari sisi daerah dan pelaku usaha, Rakernas MAI 2026 dinilai mencerminkan ekosistem akuakultur nasional yang semakin kolaboratif. MAI daerah menyatakan kesiapan mengimplementasikan hasil Rakernas secara konkret, dengan generasi muda sebagai motor transformasi. Hasil Rakernas diharapkan mampu memperkuat pendampingan pembudidaya, jejaring hulu–hilir, serta mendorong terwujudnya akuakultur Indonesia yang maju, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.